Selasa, 23 Juni 2009

macam-macam masakan

ReviewReviewReviewReviewMurah Meriah Kroket TempeApr 30, '09 5:52 PM
for everyone
Category:Other
Kroket

Jangan dikira tempe hanya bisa di goreng ataupun di tumis saja! Kalau tahu cara mengolah dan menggunakan bumbu yang pas, pasti bisa jadi camilan yang asyik untuk teman minum teh sore ini. Coba deh!

Beberapa hari lalu saat saya bertandang ke rumah salah seorang teman, saya disuguhi cemilan yang cukup enak. Yak, kroket tempe namanya. Gak kebayang waktu pertama kali menyantapnya karena saya pikir bahan dasarnya bukanlah si tempe yang kaya protein ini.

Ternyata kalau kita sedikit berkreasi, makanan yang awalnya hanya bisa digoreng atau ditumis ini malah jadi camilan yang enak! Selain bahan-bahannya yang mudah dicari dan harganya yang relatif murah, cara membuatnya pun cukup mudah.

Pilih tempe yang baik kualitasnya, kemudian di kukus barulah dihancurkan. Campur dengan bumbu yang sudah dihaluskan seperti bawang putih, garam, lada secukupnya. Kalau ingin rasa yang sedikit pedas, bisa ditambahkan dengan sedikit cabai.

Kalau sudah tercampur rata, bentuk adonan tempe sesuai dengan selera. Kalau sudah dibentuk, celupkan adoanan tadi kedalam telur yang sudah dikocok lepas, kemudian gulingkan dalam tepung panir. Diamkan beberapa saat agar tepung panir tadi melekat dengan adonan. Barulah digoreng hingga kuning kecokelatan.

Kroket tempe ini enak disantap selagi hangat dengan cocolan saus sambal atau cabai rawit. Selain itu tempe juga merupakan sumber protein nabati yang dahsyat. Karena terbuat dari kacang kedelai yang baik untuk jantung dan kandungan vitamin B12 nya sangat unggul. Nah, berminat untuk mencobanya di rumah?

(eka/Odi) Eka Septia
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewSop Buah UnikApr 30, '09 6:34 AM
for everyone
Category:Other

Kang Tompel

ADA fenomena baru di dunia kuliner. Namanya sop buah. Barangkali awalnya hanya permainan kata dan strategi marketing belaka, yang di kemudian hari menjadikannya tren. Jika bertahan terus hingga sekian dasawarsa ke depan, tak pelak hal itu menjadikannya cikal bakal sejarah kuliner.

Orang awam yang jarang jajan atau bukan penikmat makanan bisa jadi tak sedikit pun bisa mengira-ira apa itu sop buah. Sop di kepala semua orang biasanya hanya berupa menu makanan berkuah dan pasti disajikan panas-panas. Bisa hanya berisi daging atau gabungan antara daging dan sayur mayur. Sebut saja sop kaki kambing, sop buntut, sop ayam dan sop sapi yang biasanya berdampingan dengan kentang, kol, dan wortel.

Itu pun tergantung, menu siapa. Kalau menu restoran tentu lumrah sop buntut hanya berisi buntut dan kuahnya. Lain soal kalau menu Ibu di rumah. Sop buntut tak cuma berisi buntut dan kuah tapi juga kacang merah, kentang, wortel, kol, terserah.

Tapi memang, begitu mendengar sop buah, setidaknya di benak sudah tersirat bahwa ini menu dingin dan pastinya terkait dengan segala jenis buah. Tak mungkin buah diguyur atau dicelup ke dalam kuah panas. Yang pasti ini segala sesuatu tentang buah yang disatukan dalam satu wadah, tentu diberi semacam kuah. Pertanyaan selanjutnya tentu, kuah apa? Mungkinkah kuah panas? Atau es dan segala tetek bengeknya?

Beberapa rekan pernah menyampaikan, sop buah sudah agak lama ada di Bandung, surga segala jenis makanan. Tapi begitu tampang si sop buah terlihat jelas dalam sebuah foto, langsung terbayang es Shanghai atau es teler. ”Rasanya ya seger. Buahnya macem-macem. Airnya air kelapa,” begitu rekan tadi menjelaskan. Buat sop buah yang diagung-agungkan di kota Bosscha ini, analisa awal bahwa ini sekadar permaian kata dan strategi marketing pun tampaknya jadi benar.

Maka ketika Warta Kota mendengar ada sop buah yang tak sekadar sop buah di Jakarta, ada rasa ”cemas” yang bikin penasaran. Seperti apa gerangan ”yang tak sekadar sop buah itu” tadi? Untuk memenuhi rasa ingin tahu maka beberapa waktu lalu, ketika matahari Jakarta sedang mencorong, Warta Kota meluncur ke tempat yang ditunjukkan, di kawasan Rawamangun. Tepatnya di Jalan Balai Pustaka Timur, Jakarta Timur, persis di depan halaman Apotek Rini.

Jangan harapkan di tempat ini pengunjung bisa duduk dan menikmati si sop unik ini. Tapi pembeli yang ingin melahap sop buah di situ toh tetap punya tempat, yaitu di bangku-bangku yang disediakan untuk pasien yang akan berobat ke tempat praktik di lahan apotek tersebut. Tempat ini hanya berupa lahan sekitar 1x1,5 m dan hanya terdiri atas gerobak beserta cool box dan berbagai buah.

Jangan sekali-sekali meremehkan ”tampang” gerobak penjual sop buah ini. Sebentar saja berdiri di depan gerobak itu, Anda akan menyaksikan pembeli sliweran. Bukan hanya dua atau tiga tentengan gelas plastik ukuran besar yang dibawa pulang bahkan bisa lima. Penasaran, kan? Gelas plastik? Betul. Si sop buah tadi tidak dihidangkan dalam wadah berupa mangkuk tapi ya gelas plastik ukuran besar tadi.

Itu baru gambarannya. Begitu menggelegek sop buah ini, alat perasa di mulut langsung menyatakan rasa segar dari berbagai buah yang dicampur plus, kaldu yang menguatkan semua rasa itu. Manis, asam, manis, setengah asam,manis lagi, begitulah...

Sop buah di sini adalah kumpulan buah yang kemudian diberi gula asli, kuah ,dan es prongkolan alias es batu. Duabelas macam buah dipotong kecil-kecil diberi es batu kemudian, nah ini yang bikin beda, potongan buah dalam gelas tadi kemudian diguyur kuah yang adalah kaldu alias sari buah asli. Kaldu inilah yang membuat rasa sop buah ini tak hanya bikin segar tapi juga ketagihan. Beragam rasa beradu tanpa melepas rasa dominan, yaitu rasa dari kaldu buah yang jadi pilihan. Menurut Hendra Denny, pemilik dan penggagas sop buah unik ini, susu kental manis tak harus dicampurkan ke dalam sop tadi. ”Optional aja. Kalau orang mau pakai susu, kita kasih. Tapi kebanyakan enggak mau pakai supaya rasa buahnya benar terasa.” Memang betul, polos tanpa susu menjadikan keaslian semua buah dan kaldunya terasa.

Dengan hanya Rp 7.000/gelas, pembeli sudah bisa meneguk kesegaran dari duabelas buah yang ada dalam adonan sop buah ini, yaitu markisa, melon, jambu merah (manis), apel, pir, anggur, alpukat, sawo, sirsak, stroberi, jeruk, dan mangga. Sementara untuk kaldu, pembeli bisa memilih kaldu jeruk (dan ini adalah yang jadi favorit), kaldu stroberi, kaldu sirsak, kaldu jambu, mangga, nangka, bahkan durian.

Tak seperti lazimnya sop, sop buah ini jelas tak berefek lain kecuali menyehatkan. Selain vitamin C, beragam vitamin lain seperti A, B1, B2, E, mineral, zat besi, kalium, kalsium bersatu dalam segelas sop ini.

Dari gerobak di depan halaman Apotek Rini inilah, sebuah sejarah kuliner baru telah tertoreh. Jika di kemudian zaman muncul sop buah yang mengikuti ”gaya” Sop Buah Kang Tompel ini, orang tetap akan menunjuk, ”Kalau mau yang asli ya yang di Apotek Rini.”

WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
© 2008 - 2009 Kompas




ReviewReviewReviewReviewReviewFakta Penting Diet SodaApr 30, '09 5:54 AM
for everyone
Category:Other
Diet Soda

Jika Anda pikir diet soda bisa mengurangi kalori yang dikonsumsi sehari-hari. Kini buang jauh-jauh pikiran yang menyesatkan tersebut. Ada tiga macam fakta penting diet soda yang perlu Anda ketahui disini!

Kita sering berbicara tentang 'perhatikan apa yang kita makan'. Tetapi jika Anda tidak pernah berpikir tentang apa yang Anda makan, dan sebagai gantinya hanya memperhatikan apa yang Anda minum, maka Anda mungkin malah dapat mengurangi 450 kalori setiap hari seumur hidup - yaitu sekitar 500 gram lemak dapat dipangkas setiap minggunya!

Ya, itulah studi yang ditemukan oleh University of North Carolina. Saat ini orang Amerika sendiri meminum sekitar 192 galon cairan setiap tahun - atau sekitar 2 liter sehari. Untuk menilainya dalam sudut pandang masa kini, kasus ini hampir dua kalinya kalori yang kita konsumsi 30 tahun lalu.

Sebuah buku 'Eat This, Not That!', David Zinczenko telah melakukan beberapa riset dan menemukan kenyataan pahit dibalik minuman low-calorie (dan nutrition-free). Kisahnya tidak setepat yang Anda pikirkan, dan mungkin malah dapat membuat Anda berpikir dua kali jika suatu saat Anda mencari minuman yang memuaskan dahaga.

Saat dihadapkan dengan ukuran pertumbuhan kalori dari minuman yang manis, respon pertama adalah , "Mengapa tidak meminum diet soda?" Nah, inilah beberapa alasan pentingnya:

Kebenaran Pahit 1:
Hanya karena diet soda rendah kalori sesungguhnya tidak berarti minuman ini tidak bisa mendorong pertambahan berat badan.

Diet soda mungkin memiliki 5 atau beberapa kalori dalam setiap penyajiannya, namun muncul riset yang menyarankan bahwa mengkonsumsi minuman mengandung gula-minuman yang memiliki rasa-bahkan sekalipun minuman dari gula buatan atau artifisial - dapat mengarah pada peningkatan gula secara keseluruhan. Itu berarti makanan lebih manis (dan lebih berkalori) seperti sereal, roti, dessert-apa pun itu. Dengan mempertimbangkan dalam setiap satu sendok teh gula terdapat 15 kalori, bukanlah berita bagus jika Anda peduli akan berat badan.

Kebenaran Pahit 2: Mengkonsumsi minuman diet soda sepanjang hari berarti mengenyahkan minuman sehat yang Anda butuhkan.

Diet soda adalah minuman yang 100% tidak mengandung nutrisi - dan adalah penting untuk mengingat bahwa semua minuman tidak berguna tersebut mengambil tempat yang hilang untuk minuman alternatif yang lebih menyehatkan. Dari segi positif, itu berarti Anda tidak akan mengambil pilihan yang seimbang akan minuman tidak bergizi, berkalori dan gula. Tetapi penting sekali untuk sering meminum sesuatu yang baik guna menghindari sesuatu yang buruk. Jadi sekaleng diet soda sehari tidaklah masalah, tetapi jika mengkonsumsinya 5 atau 6 kaleng, itu berarti Anda membatasi kebutuhan akan minuman sehat, terutama air putih dan teh, yang mengandung antioksidan tinggi.

Ditambah, sebuah studi baru-baru ini dari Johns Hopkins menemukan bahwa dengan membatasi minuman berkalori yang masuk merupakan cara yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan dibanding membatasi kalori dari makanan. Tidak ada tempat yang lebih baik selain memusnahkan segala sesuatu yang ada di daftar 20 minuman tak sehat di Amerika.

Kebenaran Pahit 3: Masih tersisa beberapa kegelisahan seputar aspartame, bahan kimia rendah kalori tersebut digunakan untuk memberi rasa pada minuman diet soda.

Aspartame 180 kali lebih manis daripada gula, dan beberapa peneliti hewan memiliki keterkaitan bahwa dengan mengkonsumsi pemanis ini dengan jumlah yang banyak dapat menyebabkan tumor otak dan kelenjar getah bening pada hewan pengerat. FDA mempertahankan bahwa bahan pemanis aman, tetapi dilaporkan efek sampingnya yang mencakup pusing, sakit kepala, lupa, dan perasaan yang tidak stabil.

Nah, setelah membaca artikel ini apakah Anda masih berpikir diet soda aman untuk kesehatan?

( dev / Odi ) Devita Sari
© 2008 detikcom



ReviewReviewReviewReviewReviewTiwul Instan, si 'Ndeso' yang Bikin KangenApr 29, '09 12:18 PM
for everyone
Category:Other
Gatot & Tiwul

Kalau dulu makanan yang dibilang 'ndeso' ini hanya masyarakat kalangan bawah saja yang menyukainya, tapi berbeda dengan sekarang. Makanan ini kini banyak peminatnya. Bahkan sudah dipasarkan dengan produk instannya loh! Seperti apa sih makanan instan yang terbuat dari singkong gaplek ini?

Hampir setiap sore, penjaja tiwul keliling mampir di rumah saya. Makanan yang dibilang 'ndeso' ini memang saya sukai sejak dulu. Selain rasanya yang gurih-gurih manis enak, makanan ini juga mengenyangkan. Bahkan dulu, makanan ini merupakan salah satu jenis makanan pengganti nasi.

Beberapa daerah di pulau Jawa memiliki kondisi tanah yang kurang subur cenderung kering. Jadi tanaman yang berhasil di tanam adalah singkong. Karena hal inilah singkong kemudian diolah menjadi tiwul yang akhirnya dijadikan makanan pengganti nasi. Tiwul yang terbuat dari singkong yang dikeringkan ini sering juga disebut dengan gaplek.

Ada yang rasanya gurih tapi ada juga yang manis karena diberi campuran gula merah. Kini makanan yang dianggap sebelah mata ini sudah merambah ke industri rumah tangga. Hal ini terlihat saat saya mendatangi sebuah pameran industri pangan beberapa waktu lalu.

Saya menemukan tiwul sudah dalam kemasan yang lebih higienis dan juga lebih tahan lama. Tiwul instan namanya, cara memasaknya pun sangat mudah cukup dengan dikukus saja. Terdapat dua pilihan rasa, manis dan juga asin. Jadi tak perlu repot-repot membuatnya jika sedang ingin makan makanan sederhana ini.

Sayangnya tiwul instan ini belum dipasarkan secara luas, hanya beberapa daerah di Jawa Timur saja khususnya Blitar. Sedangkan daerah penghasil tiwul biasa adalah Gunung Kidul. Kalau di Jakarta, tiwul instan ini dapat dijumpai jika ada pameran industri pangan diadakan di Jakarta. Selain tiwul, ada juga gatot instan loh! Tiwul dan gatot instan ini dapat disimpan selama kurang lebih satu tahun.

(eka/Odi) Eka Septia
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewAyam Bakar yang Selalu SegarApr 28, '09 4:54 AM
for everyone
Category:Other
Mbal Bul

JIKA Anda kebetulan melewati Jalan Kebayoran Lama, selepas belokan Rawabelong, Anda akan melihat rumah makan ayam bakar dengan nama unik, Mbal Mbul. Pada mulanya, pedagangnya berjualan dengan gerobak kaki lima. Enam tahun kemudian si pedagang mampu mengontrak kios untuk dijadikan rumah makan. Tentu karena sukses.

Ditemui di rumah makannya, pedagang itu, Abdul Wahid (29), mengatakan bahwa kini setiap hari ia bisa menjual ayam bakar 200-300 ekor. Jumlah ini akan meningkat ketika bulan Ramadhan yang bisa menghabiskan 500-600 ekor per hari.

”Kalau bulan puasa, antreannya pakai nomor karena begitu banyaknya pesanan. Kalau sudah pukul 16.00, kalau enggak ada nomor sulit untuk kita layani,” kata Wahid.

Pembeli bisa membeli ayam bakar satu ekor utuh, bisa juga potongan. Kendati kini rumah makannya sudah permanen, harga ayam bakar yang ditawarkan Wahid masih sekelas kaki lima. ”Tiap tahun cuma naik Rp 1.000 per ekornya. Kalau harga ayam sedang naik-turun, juga tetap harganya. Kecuali kenaikannya lama. Kalau cuma 2-3 minggu naiknya, paling-paling keuntungan jadi semakin tipis,” kata pria yang berniat melepas masa lajangnya tahun 2009 ini.

Selain dibakar, ayam di warung Wahid juga bisa digoreng, tergantung permintaan pembeli. Jika beli potongan, dibakar atau digoreng harganya sama, Rp 7.000. Sementara jika satu ekor utuh juga bisa dibakar atau digoreng—harga—Rp 25.000.

Selain ayam, juga tersedia menu lain, seperti ikan bawal laut goreng/bakar dengan harga Rp 14.000 per ekor (250 gram). Ikan bawal tawar Rp 7.500. Ada juga sop iga sapi yang harganya Rp 11.000, pepes ikan mas dan ikan kembung Rp 7.000, pepes jamur dan pepes tahu masing-masing Rp 3.000 dan Rp 2.000. Adapun sayur asem Rp 3.000/mangkuk.

Tak punya freezer
Setiap hari, ayam yang dijual Wahid merupakan ayam segar. Maksudnya, ayam yang hari itu dijual adalah ayam yang hari itu baru dipotong dan langsung dimasak. ”Saya tidak pernah punya freezer (mesin pendingin) karena rasanya akan berbeda dengan ayam yang baru dipotong,” kata Wahid yang mendapatkan ayam broiler dari pemasok langganannya.

Ia memiliki dandang berdiameter sekitar satu meter yang bisa dipakai memasak sekitar 30 ekor ayam sekaligus. Selama sekitar satu jam, ayam-ayam itu dimasak dan kemudian siap digoreng atau dibakar. ”Saya kan sudah punya perhitungan, jangan sampai sisa setiap harinya. Setiap mau masak, tinggal pesan dan (ayamnya) langsung dipotong sama pemasok,” ujar lulusan sekolah lanjutan atas ini.

Mengenai bumbu, Wahid enggan membocorkan resepnya. Menurutnya, bumbunya sama saja dengan bumbu ayam bakar dan goreng pada umumnya. Begitu juga menu yang lain. Ia dibantu dua tukang masak yang bekerja sejak pukul 05.00 sampai sore. Sementara, delapan karyawan lainnya bertugas melayani. Wahid tinggal mengawasi saja.

Setiap hari, rumah makan yang berada di Jalan Kebayoran Lama No 357 tersebut buka pukul 09.00 sampai pukul 23.00. Rumah makan itu bisa menghabiskan sekitar 50 kg cabai merah keriting untuk bumbu, 35 kg ketimun, dan 15 kg tomat setiap harinya.

Ayam Bakar Mbal-Mbul
Jalan Kebayoran Lama No 357
Jakarta Barat
Telp: (021) 68543570

Lilis Setyaningsih
© 2008 - 2009 Kompas


ReviewReviewReviewReviewReviewMemilih Daging AyamApr 27, '09 7:03 PM
for everyone
Category:Other

Ayam

Memilih daging ayam untuk dikonsumsi seluruh keluarga memang harus hati-hati. Apalagi kini kian marak berita penipuan dari para pedagang yang tidak bertanggung jawab, yang bisa merugikan konsumen. Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri daging ayam yang dijual di pasaran.

A. Ayam Segar

  1. Warna dagingnya putih segar.
  2. Warna lemak putih kekuningan dan merata di bawah kulit.
  3. Bau dagingnya segar dan tidak berbau asing.
  4. Dagingnya elastis bila ditekan jari, dan akan kembali seperti semula.
  5. Tak ada tanda-tanda memar atau tanda lain yang mencurigakan.

B. Ayam Formalin

  1. Jika dicium dagingnya akan berbau obat.
  2. Warna kulitnya lebih pucat dibanding daging ayam segar.
  3. Kulitnya tidak lentur (agak kencang).
  4. Pada bagian paha sampai kaki terlihat kaku.

C. Ayam Suntik

  1. Daging tampak bersih dan kulit berkilat.
  2. Bagian dada dan paha tampak mengembang. Jika disayat akan keluar air.
  3. Daging terlihat lebih tebal dan besar dibandingkan ukuran ayam normal.
  4. Teliti di bagian sayap, karena biasanya akan terlihat bekas suntikan.

D. Ayam Tiren (Mati Kemarin)

  1. Daging berwarna kebiruan dan tampak seperti memar
  2. Baunya sudah agak busuk
  3. Jika disayat, lehernya tidak lagi mengeluarkan banyak darah
  4. Biasanya dilumuri kunyit oleh di pedagang agar kulitnya tampak segar menguning

Nah, bila Anda sudah tahu ciri-ciri daging ayam mana yang kira-kira tidak baik untuk dikonsumi, segeralah pilihlah daging ayam segar yang baru saja dipotong. Selamat berbelanja di pasar tradisional, ya!

Pengirim: Dra. Sri Nani Hari Yanti, M.Hum
© Tabloid Nova



ReviewReviewReviewReviewReviewMerawat Tabung GasApr 27, '09 6:51 PM
for everyone
Category:Other

Gas

Agar acara memasak Anda terasa lebih nyaman dan menyenangkan, tanpa perlu merasa rasa was-was tabung kompor gas Anda akan mengalami kebocoran, ikuti beberapa tips atau cara merawat gas berikut ini.

1. KONDISI.
Pada saat membeli gas, pilihlah tabung yang kondisinya baik, dan perhatikan tanggal kadaluarsanya.

2. CEK SELANG.
Untuk mencegah kebocoran, periksalah selang tabung gas, minimal sebulan sekali.

3. REGULATOR.
Sebaiknya, gunakan regulator yang ada meterannya agar memudahkan untuk mengetahui berapa banyak gas yang masih tersisa.

4. CINCIN KARET.
Ketika memasang regulator, perhatikan apakah ada suara mendesis atau tercium bau gas! Jika ya, segera lepaskan regulator, dan cek cincin karet pada tutup gas.

5. STOK.
Mintalah beberapa buah cincin karet sekaligus pada penjual gas untuk stok. Karena, terkadang ada tabung gas yang tidak disertai cincin karet, atau ukuran cincinnya tak sesuai sehingga gas mudah keluar atau bocor.

6. POSISI.
Letakkan tabung gas pada posisi berdiri tegak agar regulator dapat mengunci dengan baik.

Erwin K.
© Tabloid Nova


ReviewReviewReviewReviewReviewIkan Bakar Bumbu UlegApr 27, '09 2:49 AM
for everyone
Category:Other
Mlekoh

Bukan sekedar ikan bakar, ikan bakar yang ini bikin lidah berjoget. Lumuran bumbu yang mlekoh, menyelimuti daging ikan yang kering agak gosong. Saat disuap dengan nasi pulen hangat terasa gurih pedas lezat. Begitu dibarengi sambal tersi plus sambal mangga yang pedas asam segar, rasanya jadi menggila! Enaak tenan!

Tiap kali pulang dari rumah kakak di Permata Hijau dan menuju kea rah Slipi, di ujung sebelah kiri tak jauh dari lampu merah, selalu saja saya tergoda dengan kepulan wangi asap ikan bakar. Ada warung makan mungil, banner yang berupa neon box mungil bertulisan Kedai Ikan Bakar Pak Tarjo dengan gambar ikan nyaris pudar tertutup debu. Sore itu pun dengan menembus kemacetand aria rah Senayan, saya tuba-tiba ingin mampir ke warung ini.

Nama warung makan pak Tarjo sudah cukup kondang. Kalau siang hari selalu saya lihat mobil berderet dan warung penuh sesak. Sore itu saya beruntung bisa duduk santai di warung yang sangat sederhana. Di bagian luar terdapat cooler box berisi aneka jenis ikan segar yang sudah dibersihkan. Ada ikan baronang, kakap, kuwe, kerapu, bawal, cumi dan ikan ayam-ayam (pakol).

Di sisi kanan terdapat panggangan besar panjang berisi batok kelapa yang sudah dibuat bara api. Kepulan asap ikan yang wangi membuat saya ingin buru-buru masuk ke dalam. Ikan kerapu berukuran sedang menjadi pilihan saya ditambah tumis kangkung. Ikan yang sudah dibersihkan langsung dimasukkan ke dalam panci besar berisi bumbu tumis yang warnanya cokelat sedikit kemerahan.

Ikan bakar verisi tradisional memang banyak. Kalau orang Manado membakar ikan cukup dengan air jeruk meon cui dan garam. Ikan ini dimakan dengan dabu-dabu lilang. Kalau orang Jawa Tengah membakar ikan dengan olesan bumbu plus kecap sehingga ikan agak manis gurih. Sedangkan orang Padang membakar ikan dengan bumbu cabai merah sehingga warnanya kemerahan dan kering.

Tak sampai seperempat jam ikan kerapu disajikan di piring oval. Nyaris tak terlihat benuk daging ikan karena sudah diselimuti bumbu yang royal dan serpihan bumbu yang mongering. Baunya menguap wangi semerbak! Pasangan ikan bakar ini sepiring lalapan yang berisi terung, labu siam muda, mentimun, kemnagi, daun selada dan daun singkong rebus. Di ujungnya ditaruh jeruk limau, sambal dadak yang merah menyala dan sambal mangga yang sangat menggiurkan!

Sebelum air liur titik buru-buru saya suap satu sobekan daging ikan bakar. Hmm.. rasanya sangat gurih mlekoh. Lumuran bumbu halusnya memberi rasa pedas cabai, ada rasa bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas dan merica. Bumbu giling yang komplet ini memberi rasa pedas gurih yang enak di lidah. Inilah bumbu giling andalan pak Tarjo yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur.

Setelah ikan dilumuri bumbu dibakar hingga setengah kering. Setelah itu diolesi bumbu lagi dan dibakar lagi. Olesan bumbunya begitu royal sehingga meresap ke dalam daging ikan. Ikan yang dibakar denagan batok kelapa memberi kerenyahan pada kulitnya sekaligus aroma harum. Inilah yang membedakan ikan bakar racikan Tarjo dengan yang lain!

Untuk meredam rasa pedas menggigit, sedikit kucuran kecap manis cap Korma memberi aksen manis yang pas. Sambal mangga dengan irisan bawang merah dan cabai rawit memberi rasa asam segar yang enak. Tumis kangkung yang disajikan juga renyah gurih dengan gaya tumisan memakai sedikit terasi dan cabai. Krenyes-krenyes kangkung menemani suapan-suapan hingga akhirnya daging ikan habis!

Rasa pedas gurih asam membuat butiran keringat mulai menetes. Apalagi di warung berkursi plastik ini tak ada kipas angin. Untung saja saya datang malam hari sehingga tak perlu sibuk mengusiri lalat. Rasa pedaspun saya redan dengan tahu Sumedang goreng dan otak-otak plus segelas air jeruk dingin.

Perut yang penuh dan rasa puas menyantap ikan bakar ini pun makin lengkap nikmati setelah saya ke meja kasir. Per porsi ikan bakar (tergantung jenis dan beratnya) saya membayar Rp 35.000,00 saja, Seporsi tumis kangkung Rp 5.000,00 dan segelas air jeruk Rp 4.000,00 Hmm... cukup murah bukan? Nah, kalau terhadang kemacetan di seputaran Senayan lebih nikmat mengisi perut dulu di warung pak Tarjo ini!

Kedai Ikan Bakar Pak Tarjo
Jl. Arteri Permata Hijau No. 22 Jakarta Selatan
Telp: 021-5332631
HP: 081310000766
(melayani delivery order)

(dev/Odi) Odilia Winneke
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewMerawat Serbet MakanApr 26, '09 7:42 AM
for everyone
Category:Other
Serbet

Meskipun hanya sepotong kain, serbet makan punya peran penting dalam pesta dan jamuan. Karena itu bukan hanya pilihan bahan dan warnanya tetapi juga cara merawatnya perlu dicermati. Bagaimana merawat serbet agar warnaya tidak lekas pudar? Bagaimana pula cara menyimpannya?

Fungsi: Serbet makan biasanya berukuran 40x40 cm dan menjadi bagian penting dalam jamuan atau acara santap ala Barat. Serbet ini tak lain berfungsi sebagai lap untuk mengusap tangan dan mulut dari bekas makanan yang tersisa. Juga berfungsi sebagai penutup saat sedang mengorek sesuatu di mulut selama jamuan berlangsung. Serbet ini biasanya dilipat dan ditaruh di pangkuan saat sedang makan. Dalam tata meja, pemilihan warna serbet juga menjadi bagian penting. Warna-warna serbet biasanya dipilih sesuai dengan nada warna yang dipakai dalam tata meja. Bisa saja serbet dijadikan sebagai 'highlight' dalam tata meja. Misalnya, taplak berwarna hijau polos maka serbet bermotif bunga warna-warni bisa menjadi aksen yang meriah dan menarik perhatian. Karena itu pilihlah serbet sesuai dengan tema tata meja Anda!

Materi:
Bahan atau materi serbet juga memegang peranan penting. Umumnya serbet terbuat dari bahan katun, linen atau bahan lain yang menyerap air. Namun, ladang-kadang ada juga serbet yang terbuat dari bahan yang licin dan halus seperti sutera. Jika bisa, pilihlah serbet dengan bahan katun dengan warna-warna dasar atau dengan sedikit motif sehingga mudah dipadu padan dengan taplak meja polos atau bercorak. Bahan yang menyerap air menjadi bahan terbaik karena sesuai dengan fungsi serbet dan mudah dibersihkan.

Mencuci: Agar noda makanan mudah dihilangkan, cucilah serbet segera setelah dipakai. Jika ada noda yang agak kuat bisa digunakan deterjen yang pekat atau larutan pembersih dan pemutih lainnya. Atau rendam serbet beberapa saat dalam larutan deterjen agar kotoran mudah larut. Bisa saja ditambahkan larutan pewangi yang tidak terlalu tajam, misalnya aroma bunga yang lembut atau aroma buah yang harum.

Menyimpan: Idealnya serbet disimpan tanpa dilipat setelah disetrika agar tidak terdapat bekas lipatan. Tetapi jika tempat menyimpan tidak mencukupi, serbet terutama yang terbuat dari katun dan linen bisa digulung dengan potongan karton. Dengan cara ini saat akan dipakai tak perlu disetrika lagi. Taruh di tempat kering agar tak beraroma apek saat dipakai.

(eka/Odi) Odilia Winneke
© 2008 detikcom



ReviewReviewReviewReviewReviewWaspadai Dendeng SapiApr 26, '09 6:52 AM
for everyone
Category:Other
Positif DNA babi

Dendeng sapi paling praktis untuk alternatif lauk saat tak sempat memasak. Namun, Anda harus ekstra teliti karena dendeng sapi yang manis-manis gurih ternyata terindikasi mengandung daging babi. Inilah hasil temuan yang dipublikasikan oleh BPOM kemarin.

Dalam surat edaran bernomor: KH.00.01.1.53.1674 tertanggal 16 April 2009 BPOM memberikan informasi hasil penelitian yang dilakukan untuk menanggapi maraknya peredaran dendeng sapi yang dicampur daging babi.

Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian atas 35 (tiga puluh lima) merek dendeng/abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 5 (lima) dendeng positif DNA babi, yaitu:
  1. Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi (250 gram)
  2. Abon dan Dendeng Sapi Cap LIMAS (100 gram)
  3. Abon/Dendeng Sapi Asli Cap A.C.C
  4. Dendeng Sapi Istimewa Beef Jerky 'Lezaaat' (100 gram)
  5. Dendeng Daging Sapi Istimewa No. 1 Cap 999 (250 gram)
Dendeng sapi tersebut termasuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga penarikannya juga harus oleh Pemerintah Daerah. Sebagian besar produsen dendeng tersebut diketahui berada di Jawa Timur dan ada yang tidak terlacak keberadaanya.

Dendeng sapi merupakan salah satu produk olahan daging sapi yang dikeringkan setelah dicampur dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, merica, dan ketumbar serta gula sebagai pengawet. Mengingat harga daging sapi cukup mahal Rp. 50.000,00 per kilogram maka hasil olahan daging sapi yang berupa dendeng inipun relatif mahal.

Karena itulah sejumlah produsen nakal mencampur daging sapi dengan daging babi hutan atau celeng karena tekstur dan warna daging babi hutam mirip dengan daging sapi. Sedangkan daging babi hutan memang sering diolah menjadi dendeng. Harga per kilogram daging babi hutan sekitar Rp. 15.000,00.

Agar terbebas dari rasa khawatir, ada baiknya cermati ciri-ciri dendeng sapi yang baik pada saat membeli.
  1. Harga: harga dendeng daging sapi relatif mahal, per 100 gram bisa mencapai Rp. 20.000 atau Rp. 50.000, 00 per 250 gram. Jika mendapati dendeng dengan harga lebih murah patutlah curiga akan kualitas dan campuran dagingnya.
  2. Kemasan: Teliti kondisi kemasan, apakah terdapat nomor registrasi BPOM, tanggal kadaluwarsa, komposisi bahan dan nama dan alamat produsen yang jelas. Kemasan juga rapid an bersih.
  3. Label Halal: Bukan jaminan produk dendeng berlabel halal tidak dicampur daging babi karena di daerah Jawa Barat ditemui pemalsuan label Halal ini oleh produsen dendeng.
  4. Tekstur: Daging babi hutan memiliki tekstur sedikit lebih halus dari daging sapi bahkan nyaris sama. Karena itu agak sulit melihat tekstur dendeng yang biasanya sudah ditutupi oleh bumbu.
  5. Warna: Warna dendeng babi hutan sedikit lebih terang dari daging sapi. Namun, warna ini juga sulit dilacak karena adanya penambahan bumbu seperti gula putih dan gula merah yang dalam proses pengeringan memberi warna lebih gelap pada dendeng.
  6. Bumbu: Remahan butiran ketumbar biasanya mudah dilihat di permukaan dendeng. Waspadalah jika remahan butiran ketumbar terlihat lebih banyak dan aromanya lebih tajam. Karena penambahan bumbu biasanya dilakukan agak berlebihan pada dendeng babi hutan untuk mengurangi aroma tajam daging babi hutan.
  7. Menyengat: Saat digoreng dendeng dengan campuran daging babi hutan aromanya lebih menyengat tajam karena dagingnya lebih berminyak dibandingkan daging sapi.

Konsumen sebaiknya lebih cermat, teliti dan berhati-hati mengingat banyak sekali produk dendeng sapi yang beredar di pasaran tanpa registrasi dan kejelasan produsennya. Dendeng sapi yang beredar kebanyakan merupakan hasil olahan industri rumahan atau home industry sehingga menyulitkan pengawasan.

(dev/Odi)
© 2008 detikcom



ReviewReviewReviewReviewReviewTip Sukses Membuat Pancake, Wafel & CrêpesApr 24, '09 8:29 PM
for everyone
Category:Other
Crêpes

Ada beberapa tips agar pancake, wafel atau Crêpes yang Anda buat bisa jadi seperti yang diharapkan.

Bahan:
  • Gunakan tepung terigu yang bertuliskan tepung serba guna (biasanya memiliki kadar protein sedang).
  • Untuk mendapatkan tekstur yang sempurna, takaran haruslah tepat.
  • Sebaiknya gunakan telur yang disimpan dalam suhu ruang, bukan dari lemari pendingin. Jika menggunakan telur dingin, hasilnya pancake atau wafel tidak akan mengembang.
Cara memasak:
  • Agar tercampur lembut dan tidak menggumpal, kocok adonan dengan mixer atau kocokan kawat (balloon whisk). Jika menggumpal, saring menggunakan saringan kawat yang berpori halus.
  • Buat adonan untuk sekali penggunaan, tidak untuk disimpan dan digunakan di lain waktu. Jika adonan berlebih jangan disimpan, teruskan membuat pancake, crepes atau wafel, lalu simpan di dalam freezer (tahan hingga 4-5 hari).
  • Saat akan disantap, keluarkan dari freezer, masukkan ke dalam microwave, proses dengan mode defrost selama 2-3 menit. Setelah itu, hangatkan kembali dalam microwave dengan panas sedang selama 60-90 detik.
Alat:
  • Supaya tidak lengket, gunakan wajan dadar yang berlapisan antilengket. Jika tidak ada, bisa menggunakan wajan dadar biasa yang sudah diolesi mentega.
  • Selalu panaskan wajan terlebih dahulu sebelum adonan dituangkan. Pastikan tidak terlalu panas, agar pancake tidak mudah hangus.
  • Agar hasilnya bagus, pastikan untuk selalu mengaduk adonan setiap kali akan dituang ke dalam wajan.
  • Gunakan spatula yang lebar agak pancake mudah dibalik dan tidak patah.
© 2009 Femina


ReviewReviewReviewReviewReviewSerba-Serbi MiApr 24, '09 7:09 PM
for everyone
Category:Other
Mi

Bahan makanan ini sudah dikenal sejak dua ribu tahun lalu di daratan Cina. Selain lezat, cara mengolahnya juga mudah dan praktis.

JENIS MI
  • Mi kuning Berwarna kuning, biasanya terbuat dari adonan terigu dan air. Ada yang berbentuk kering, ada juga yang basah. Ada 2 jenis mi basah, yang mentah (untuk mi ayam, biasa dilumuri dengan tepung) dan yang matang (untuk soto mi atau mi kocok, biasanya dilumuri dengan minyak). Jika adonan mi kuning ditambahkan telur, dikenal dengan nama mi telur.
  • Mi putih Berwarna putih, terbuat dari tepung beras dan air. Jika bentuknya bulat kecil, dikenal dengan nama bihun, sedangkan yang berbentuk pipih dan lebar disebut kuetiau. Ada juga mi putih yang terbuat dari pati kacang hijau, dikenal dengan nama suun, warnanya lebih bening dan transparan.
TAK HANYA SUMBER KARBOHIDRAT
Selain sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi, mi juga mengandung protein dan lemak. Kandungan protein mi kering lebih tinggi daripada mi basah, tapi kandungan lemaknya agak lebih rendah. Hal ini karena mi basah, terutama mi basah yang matang, sudah dilumuri dengan minyak.

BAGAIMANA MENYIMPANNYA?
Simpan selalu mi basah dalam lemari pendingin. Dengan cara ini mi bisa awet hingga dua hari. Pilih mi basah yang aromanya tidak berubah dan tidak timbul lendir. Sedangkan untuk mi kering, cukup simpan dalam suhu ruang di tempat yang kering. Selama kemasannya masih tertutup rapat, mi kering bisa disimpan selama 6-12 bulan.

Konsultan:
Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si.
Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi
Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor
© 2009 Femina


ReviewReviewReviewReviewReviewSebuah Kekayaan KulinerApr 23, '09 8:17 PM
for everyone
Category:Other
Sekapur Sirih

Ny Sembiring tampak bangga mempertontonkan diri saat ia mengunyah sirih berikut campurannya. Ia yang menjual bahan-bahan untuk makan sirih, mulai dari sirih, kapur, gambir, tembakau, hingga pinang, masih mempertahankan makan tradisi sirih.

"Anak-anak muda di sini juga masih makan sirih. Kami biasa makan sirih saat santai,” kata Ny Sembiring yang berjualan di Pasar Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang ditemui beberapa waktu lalu. Meski kadang masih menggunakan berbagai alat tradisional untuk mempersiapkan perlengkapannya, kini campuran kapur, gambir, dan pinang sudah ada yang ”instan”.

Campuran instan dibuat dengan melumatkan berbagai bahan itu dengan cara ditumbuk. Hasil tumbukan dimasukkan ke dalam botol plastik yang mirip untuk tempat kecap dan saus. Bila ia akan mengunyah sirih, botol itu tinggal dipencet ke daun sirih. Setelah itu, dimasukkan ke mulut dan langsung dikunyah.

Makan sirih sangat boleh jadi bisa dimasukkan ke dalam seni kuliner. Makan sirih menjadi ”makanan ringan” yang bisa ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke, dengan berbagai variasi.

Tradisi makan sirih memiliki riwayat yang sangat panjang. Penelitian beberapa ahli menyebutkan, makan sirih sudah ada sejak zaman batu terakhir (neolitik). Kebiasaan ini diduga dibawa masuk ke Nusantara oleh pedagang dari India. Ada pula yang menduga kebiasaan itu berasal dari China.

Akan tetapi, masuknya tembakau dalam campuran tradisi makan sirih perlu diteliti lebih lanjut. Tembakau yang berasal dari Amerika Latin baru masuk ke Nusantara setelah dibawa masuk oleh Belanda. Sangat boleh jadi ada bahan lain sebelum tembakau digunakan. Di Nusantara, kebiasaan makan sirih mengalami modifikasi sesuai dengan daerah masing-masing. Tradisi ini menjangkau mulai dari kalangan biasa alias rakyat jelata hingga bangsawan.

Di sejumlah pasar di Sumatera Utara dan Aceh masih ditemukan alat-alat makan sirih yang tergolong kuno. Di pasar kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam, Kompas masih menemukan seperangkat alat makan sirih atau tepak sirih tradisional. Perangkat makan sirih ini terbuat dari kuningan.

Setidaknya alat-alat untuk makan sirih terdiri atas combol atau cembul yang digunakan untuk menyimpan ramuan sirih. Kemudian, ada combol kecil berjumlah empat hingga lima buah untuk menyimpan berbagai makanan makan sirih. Ada pula kacip untuk memotong pinang, gobek untuk melumatkan campuran, tempat sirih, dan tempat untuk meludah.

Tempat sirih ini sangat bervariasi. Setidaknya Kompas menemukan sepuluh macam tempat makan sirih. Akan tetapi, Perpustakaan Negara Malaysia mengoleksi sekitar 40 gambar tempat makan sirih. Koleksi perpustakaan ini mungkin yang terlengkap karena dari bahannya bervariasi, mulai dari kuningan hingga emas, dari bahan kayu hingga kain, dan dari yang tak bermotif hingga bermotif rumit.

Meski demikian, kalau kita mau mengumpulkan berbagai jenis tempat sirih itu, sebenarnya kita memiliki kekayaan tiada tara. Kita bisa menemukan berbagai tempat sirih, mulai dari Aceh, Medan, Palembang, Jawa, Makassar, hingga di Kupang. Namun, untuk mengurus yang seperti ini kita kurang peduli.

Kolektor asal Semarang, Handoko, mengoleksi berbagai tempat makan sirih. Salah satunya ia mengoleksi tempat sirih yang kebanyakan bermotif campuran China, Jawa, dan Belanda. Tidak sedikit orang asing yang meminati berbagai koleksi yang sudah tergolong langka ini.

”Koleksi saya dibuat pada zaman Belanda. Tempat sirih dengan motif campuran itu biasa dipakai orang kaya,” kata Handoko. Rakyat kebanyakan biasa menyimpan sirih dan perlengkapannya di kota kayu biasa. Ia menduga, kebiasaan makan sirih berasal dari China yang dibawa masuk ke Nusantara, seperti dalam kebiasaan merokok yang berawal dari kebiasaan mengisap candu di China.

Bila kemudian makan sirih digolongkan kekayaan kuliner, hal ini mungkin agak membingungkan. Akan tetapi, setidaknya ”makanan ringan” ini memberi kepuasan bagi mereka yang mengonsumsinya. Rasa sepat yang muncul mempunyai sensasi tersendiri. Di dalam kitab Serat Centhini, sirih biasanya dimakan setelah makan besar. Meski padanannya tidak tepat, makan sirih mungkin mirip mengunyah permen karet dalam kebiasaan orang Barat.

Lebih dari itu, kekayaan kuliner ini harus dimaknai bukan hanya makan yang berarti mengenyangkan perut atau membuat kita ”mak nyus”. Bila kita memburu sensasi itu, dari kuliner yang satu ini kita tidak akan mendapatkannya. Kita hanya akan mendapat rasa sepat itu dan kadang malah membuat kita mual-mual dan pening.

Kekayaan kuliner ini harus dimaknai dalam konteks budaya. Makan sirih harus dilihat sebagai ungkapan persahabatan. Dalam hal ini, masyarakat yang masih meneruskan tradisi makan sirih akan menghargai dan menerima masuk para pendatang bila mereka yang datang ke rumah penduduk setempat mau makan sirih.

Setidaknya hal itu dialami arkeolog Universitas Gadjah Mada, Jajang Agus Sonjaya, yang meneliti selama dua tahun di Desa Boronadu di Pulau Nias, Sumatera Utara. Pengalaman yang kemudian dibukukan dengan judul Melacak Batu Menguak Mitos, Petualangan Antarbudaya di Nias dikisahkan di Universitas Negeri Medan beberapa waktu lalu. Ia mencatat pentingnya seseorang untuk makan sirih sebelum bergabung dengan warga setempat.

Kunci Jajang memasuki dunia warga Desa Boronadu adalah kapur sirih itu. Tahap pertama diterima atau tidaknya pendatang ke dalam kehidupan warga desa tersebut adalah acara makan sirih itu.

”Kebimbangan serta-merta hilang ketika sirih pertama masuk ke dalam mulut saya. Kepala sedikit pening karena belum biasa, tetapi hati begitu senang. Ekspresi orang Nias sungguh luar biasa ketika melihat saya makan sirih. Mereka tampak senang dan dihargai. Meski pahit, saya bilang manis, sampai-sampai gusi saya bengkak,” kata Jajang. Di mata warga Boronadu, setelah ia makan sirih, ia dianggap bukan orang asing lagi.

Penerimaan ini langsung membuyarkan anggapan, pikiran, dan ketakutan yang sempat hadir di benaknya sebelum memasuki kehidupan Desa Boronadu. Sebelumnya ia telah mendapat kabar, kematian seorang peneliti yang pernah datang ke tempat itu karena dianggap tidak menghormati warga setempat. Keraguan tersebut hilang dengan kapur sirih itu tadi.

Makan sirih dalam konteks budaya memang memiliki arti yang mendalam, bukan soal kenyang. Setidaknya hal itu diungkapkan dalam berbagai bahan dalam makan sirih. Di berbagai literatur disebutkan sejumlah makna dari sirih, kapur, gambir, pinang, dan tembakau.

Di dalam sebuah situs disebutkan, sirih mempunyai makna merendahkan diri dan senantiasa memuliakan orang lain. Kapur yang putih melambangkan sifat yang tulus dan bersih. Gambir melambangkan keteguhan hati, pinang melambangkan sifat keturunan yang berbudi baik dan bersedia menyelesaikan masalah secara terbuka, serta tembakau melambangkan tabah dan bersedia berkurban. Semua sifat itu berasal dari sifat-sifat yang tertangkap dari tanaman dan kapur tersebut.

Dengan melihat konteks itu, kekayaan kuliner kita harus makin dimaknai dalam kerangka kebudayaan. Kuliner kita tidak hanya persoalan mengenyangkan dan memuaskan, tetapi juga memiliki makna yang sangat mendalam dari setiap menu yang disajikan.

Saatnya kita kembali memopulerkan kekayaan kuliner Nusantara, sekaligus menempelkan berbagai makna dalam setiap menu makanan yang ada agar kita tidak kembali kecolongan dengan negara tetangga. Sekapur sirih merupakan kekayaan kuliner Nusantara.

ANDREAS MARYOTO
© 2008 - 2009 Kompas


ReviewReviewReviewReviewReview Mengambil Makanan Prasmanan Apr 22, '09 11:37 PM
for everyone
Category:Other
Pesta

Meskipun bebas mengambil makanan sendiri bukan berarti Anda bebas mengambil makanan dalam jumlah banyak. Ukur kapasitas perut Anda dengan makanan yang diambil. Sebaiknya ambil makanan sejumlah yang sanggup Anda habiskan. Mengambil makanan berulangkali dalam jumlah secukupnya lebih baik dari pada mengambil makanan dalam jumlah banyak sekaligus dan tidak menghabiskannya. Ingatlah di pesta masih banyak tamu lain yang juga ingin mencicipi hidangan yang disajikan.

Odilia Winneke - detikFood
© 2008 detikcom



ReviewReviewReviewReviewReviewSi Jamur yang Mulai MenjamurApr 22, '09 11:18 PM
for everyone
Category:Other
Jamur

Makanan yang dianggap sebelah mata ini kini mulai merambah ke industri rumah tangga dan mulai punya tempat dihati para penggemar camilan ringan. Rasanya yang kriuk..kriuk gurih renyah mirip paru sapi ini pasti bisa bikin ketagihan. Coba deh!

Jamur kini tak hanya bisa ditumis, dipepes ataupun dijadikan bahan tambahan membuat sup saja. Tapi juga bisa dijadikan camilan ringan dikala senggang. Industri rumahan yang mulai merambah ke kota besar ini kini sangat digemari. Rasanya yang gurih-gurih renyah tetapi mirip dengan paru sapi goreng tepung ini memang pas untuk teman saat santai. Tak hanya itu, keripik jamur ini juga enak untuk lauk loh!

Jamur yang digunakan untuk membuat keripik jamur ini biasanya menggunakan jamur campignon atau biasa dikenal dengan jamur kancing. Dalam membuat 1 kg keripik jamur ternyata dibutuhkan setidaknya 3 sampai 4 kg jamur segar. Wah.. ini mugkin karena berat jamur yang menyusut setelah diolah ya?

Karena hal inilah, harga keripik jamur masih relatif mahal. Selain itu pasokan jamur segar untuk dibuat keripik jamur ini masihlah terbatas. Beberapa daerah penghasil keripik jamur ini terkadang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan jamur segar. Padahal tiap tahun peminatnya kian bertambah.

Di Jakarta sendiri keripik jamur ini masih cukup sult ditemui. Beberapa kali saya menjumpinya saat ada pameran usaha kecil dan menengah yang pernah diadakan di Jakarta beberapa waktu lalu. Harganya pun cenderung lebih mahal dibandingkan dengan di tempat asalnya seperti Wonosobo, Lampung, Dieng, Cisarua, dan beberapa daerah lainnya. Untuk sebungkus kecil keripik jamur harganya berkisar Rp 12.000,00 hingga Rp 18.000,00.

(eka/Odi) Eka Septia
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewVariasi Jus Jambu BijiApr 22, '09 4:31 PM
for everyone
Category:Other
Jus Jambu

Aroma wangi dan cita rasa lembut dari jambu biji —buah yang sarat vitamin C, potasium, dan kalsium— pas diracik bersama jus yang sedikit asam dan segar, seperti jus jeruk atau jus nanas.

Agar rasanya lebih bervariasi dan unik, coba seduh teh bersama jahe, dan biarkan hingga dingin. Kemudian campur larutan teh ini bersama jus jambu biji, jus jeruk, dan sedikit air jeruk nipis. Siap-siaplah terkejut oleh rasanya!

© 2009 Femina


ReviewReviewReviewReviewReviewBubur Ayam Berlimpah SuwiranApr 22, '09 5:33 AM
for everyone
Category:Other
Bubur Ayam

BIASANYA, bubur ayam hanya menyertakan sedikit suwiran daging ayam. Bahkan ada yang suwirannya seolah hanya pelengkap supaya namanya sah menjadi 'bubur ayam’. Lalu adakah bubur ayam yang berlimpah suwiran daging? Ada, Bang Tatang yang membuatnya. Hasilnya? Laris manis.

Kalau pengin menikmatinya, datang saja ke warung bubur ayam Bang Tatang yang berada di Jalan Palmerah Barat (dekat pertigaan Rawabelong), Jakarta Barat. Warung buka mulai pukul 18.00. Hanya dalam waktu 2-3 jam, bubur itu pun ludes.

Biasanya, pembeli yang datang sekitar pukul 20.00 mulai tidak pede. Begitu datang, mereka umumnya bertanya dulu, ”Bang, buburnya masih?” Mereka paham, lewat 2 jam dari warung buka adalah masa-masa kritis.

Kalau Bang Tatang menjawab, ”Masih”, barulah pembeli tersenyum lega. Itu artinya mereka masih kebagian bubur yang sudah dijual sejak 20 tahun lalu itu.

Bang Tatang menuturkan, usaha jualan buburnya berawal dari gerobak. Baru sekitar 6 bulan lalu ia memiliki kios. Selama masih memakai gerobak, seringkali Bang Tatang hanya berjualan sekitar satu jam saja, lantaran sebelum buka pun pembeli sudah mengantre sambil membawa rantang. Tak jarang ia mendapat omelan ketika datang terlambat.

”Dulu sewaktu belum ada kiosnya, sebelum buka juga udah pada ngantre bawa rantang, karena Bang Tatang nggak nyiapin untuk dibungkus. Sudah tahu, kalau kemaleman ke sini pasti nggak dapat. Paling (buka) satu jam udah habis sih,” kata salah satu pengunjung setia yang sudah hampir 10 tahun menikmati bubur Bang Tatang.

Keistimewaan bubur yang gurih ini terutama dari suwiran daging ayam kampung dan emping yang begitu ‘brutal’ dimasukkan ke mangkuk oleh Bang Tatang. Emping dan suwiran dagingnya sangat banyak, jauh melebihi kebanyakan bubur ayam biasa.

”Ini memang khasnya bubur ayam Bang Tatang,” kata Bang Tatang. Untuk pembuatan buburnya, setiap hari Bang Tatang bisa menghabiskan beras kualitas baik sebanyak 23 liter, ayam kampung jantan 23 ekor, dan emping 7,5 kilogram.

Pada saat menyajikan, selain bubur, suwiran ayam dan emping, juga dilengkapi dengan seledri, bawang goreng, tokcai, dan bumbu-bumbu mecin, bubuk lada, dan kecap asin. Di meja makan tersedia sambal, kecap manis, dan kecap asin.

Adapun untuk minuman, Bang Tatang hanya menyediakan air mineral dalam kemasan dan teh botol. Harga buburnya satu porsi atau satu mangkuk Rp 14.000, sedangkan setengah porsi Rp 10.000.

Jika dibungkus harganya bertambah Rp 1.000 menjadi Rp 15.000/mangkuk, dan Rp 11.000 untuk setengah porsi. Jika pembeli membawa tempat sendiri, harganya sama dengan dimakan di wadah. Teh botol dan air mineral dalam kemasan dibanderol Rp 2.500/botol.

Resminya, bubur ayam Bang Tatang buka pukul 18.00 sampai habis. Sejak buka sampai sekitar pukul 20.30, Bang Tatang hampir tidak bisa istirahat karena sibuk melayani pembeli. Sesekali ayah dua anak ini mengisap rokok dan minum.

Bukan hanya Bang Tatang yang sibuk, tapi juga Yanto dan Mahrum yang membantu melayani minuman serta mencuci mangkuk kotor. Keduanya tak kalah sibuk hilir mudik agar pembeli bisa cepat terlayani.

”Biasanya sebulan sekali libur tiga hari untuk istirahat, karena kalau sedang dagang begini nggak ada istirahatnya,” kata Bang Tatang.

Lilis Setyaningsih
© 2008 - 2009 Kompas


ReviewReviewReviewReviewReviewTip Waspada Bahan PanganApr 21, '09 7:41 PM
for everyone
Category:Other
Rentan Palsu

Kenali ciri dan cara deteksi beberapa bahan makanan yang rentan dipalsukan berikut ini karena bisa membahayakan kesehatan!

• MINYAK SAYUR:
Minyak jelantah yang dikemas ulang dalam plastik literan. Diperoleh dari sisa restoran/industri pangan. Berwarna lebih gelap, namun beberapa ada yang dijernihkan secara ilegal menggunakan bleaching agent sehingga warnanya jernih.
CIRI: Aromanya menyimpang dan cepat berasap walau suhunya belum maksimal.
BAHAYA: Bisa menimbulkan resiko jantung koroner.

• KAKAP MERAH:
Karena ikan kakap merah lebih mahal, kakap putih umumnya dipalsukan dengan diberi pewarna merah untuk tekstil.
CIRI: Warna merahnya luntur jika diusap.
BAHAYA: Bisa menimbulkan resiko kanker

• AYAM UTUH:
Ayam mentah kedaluwarsa dibuat kencang kembali melalui proses ilegal berupa perendaman air berformalin.
CIRI: Aromanya tidak segar khas daging ayam dan berwarna lebih pucat.
BAHAYA: Bisa menimbulkan resiko kanker.

• TELUR REBUS & PINDANG:
Dipalsukan dari telur mentah yang hampir kedaluwarsa. Untuk menyamarkan bagian putih yang sudah berubah kecokelatan, sering diolah menjadi telur pindang. Banyak dijajakan di transportasi umum, seperti kereta api.
CIRI: Letak kuning telurnya terlalu ke pinggir dan rongga udara pada ujungnya besar.
BAHAYA: Jika direbus hingga matang, tidak membahayakan kesehatan, hanya saja rasanya kurang prima.

• TELUR ASIN:
Bukan dari telur bebek, namun dari telur ayam yang diberi pewarna biru tosca untuk tekstil.
CIRI: Ukurannya lebih kecil dari telur bebek. Warnanya tidak secerah aslinya.
BAHAYA: Bisa menimbulkan resiko kanker.

• TELUR AYAM KAMPUNG:
Dipalsukan dari telur ayam ras/broiler yang kebetulan berukuran kecil. Bentuknya tidak meruncing seperti telur ayam kampung. Dicelupkan ke dalam larutan klorin agar putih.
CIRI: Warna kulit telur justru terlalu putih, tidak berwarna salem seperti telur ayam kampung asli.
BAHAYA: Meningkatkan resiko penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi.

© Femina


ReviewReviewReviewReviewReviewNasi Bebek Madura 'Mak Isa'Apr 21, '09 4:49 AM
for everyone
Category:Other
Khas Madura

Nasi bebek khas Madura ini dijual di warung kecil sederhana bercat hijau. Rasa nasi bebek yang pedas-pedas enak sungguh mengguncang lidah... Tak heran jika para pembelinya rela mengantri sejak subuh demi mencicipi nasi bebek Mak Isa!

Walaupun saya sudah cukup lama tinggal di Rawamangun, Klender sekitar 7 tahunan, tapi baru sekitar 1,5 tahun ini saya mencoba dan suka dengan masakan yang menurut salah satu majalah sudah ada sejak jaman ORBA. Namanya Nasi Bebek Madura 'Mak Isa'. Lokasinya ada di Jl. Raya Klender (arah pasar klender), warungnya kecil berwarna hijau dan tepat didekat pangkalan penjual kayu.

Pertama-tama saya penasaran dan bertanya dalam hati, "Warung kecil itu jual apa ya kok bisa orang ngantri dari sekitar jam 5 subuh ?" Ternyata mereka bela-belain ngantri hanya untuk mendapatkan Nasi Bebek Mak Isa.

Penasaran membuat saya memutuskan untuk mampir sepulang berbelanja dari Pasar Klender. Rasanya senang sekali karena mendapat urut no.5. Tapi ternyata dugaan saya keliru, meskipun yang mengantri sedikit tapi 4 orang didepan saya memesan rata-rata 10 sampai 50 bungkus. Walahh...

Akhirnya tiba juga giliran saya untuk mendapatkan Nasi Bebek yang terkenal itu, walaupun agak dongkol juga karena penjualnya galak atau lebih tepatnya ketus. Karena pada saat saya menanyakan apa boleh beli bebeknya saja eh si ibu penjual dan karyawannya menimpali, "Namanya juga Nasi Bebek ya harus sama nasi mana ada yang cuma beli bebeknya doang. Gak boleh!". Lalu kemudian saya pun sadar, kalau ternyata mereka tidak ketus tapi memang seperti itu gaya bicaranya orang Madura.

Namun kekesalan saya hilang setelah saya mencicipi suapan pertama nasi bebek Mak Isa. Nasi bebeknya Uenaaak sekali... Apalagi bumbu tumis yang berwarna hitam yang membalut disekitar daging bebeknya, sampai saat ini saya tidak tahu nama masakannya tapi menurut pembeli lainnya ini masakan khas dari Madura.

Seporsi Nasi bebek di jual Rp 8.000,00 dan sudah jaminan kenyang karena nasinya banyak. Rata-rata orang beli untuk dijual lagi di sekitar perkantoran di Jl. Jend Sudirman atau Jl. MH Thamrin.

Sekarang saya termasuk salah satu pembeli setia yang rela ngantri sejak jam 5 pagi untuk membeli pesanan teman-teman satu kantor. Dan sekarang sekali beli sekitar 10-20 bungkus... Nah, bagi yang ingin mencicipi nasi bebek Mak Isa, makan ditempat lebih cepat dilayani dari pada dibungkus. Oh ya, jangan datang siang-siang karena jam 9.30 -10.00 sudah habis dan baru buka lagi sekitar jam 6 sore.

Tapi kalau kalian sudah keburu datang ke Klender dan kehabisan, cobalah mencicipi Nasi Bebek Madura disekitar warung Mak Isa karena banyak yang menjual nasi bebek juga dan rasanya mendekati nasi bebek Mak Isa. Saya rekomendasikan Depot Nasi Bebek (di depan Pasar Klender), bagi yang sangat suka rasa pedas karena nasi bebek disana rasanya nendang abis!

Nasi Bebek Madura Mak Isa
Jl. Raya Klender (arah pasar klender)
Cipinang Kebembem, Jakarta Timur
Telp: 0813 11513935

penulis: Erna Yuliana
email: ernaranaa[at]yahoo.com
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewBuah Segar Sekaligus SehatApr 20, '09 11:51 PM
for everyone
Category:Other
Buah-buahan
  • Pilih buah yang masih segar, permukaannya halus, dan tidak bonyok.
  • Pastikan selalu mencuci buah di bawah air mengalir, supaya pestisida dan kotoran lainnya larut dalam air.
  • Bila akan menyimpan buah di lemari pendingin, bungkus buah dengan plastik berlubang. Permukaan buah biasanya mengandung kadar air cukup tinggi, sementara lemari pendingin mempunyai tingkat kelembapan rendah, yang bisa menarik air dari buah. Hal ini menyebabkan buah menjadi cepat kisut bila dibiarkan tanpa pembungkus.
  • Khusus untuk buah yang mudah menjadi cokelat, seperti pisang atau duku, tetap simpan di suhu ruang. Karena, suhu dingin membuat buah-buahan tersebut menjadi bertambah hitam, bahkan merusak buah, yang dikenal dengan sebutan chilling injuries.
  • Buah yang bisa disantap bersama kulitnya, sebaiknya tetap dimakan bersama kulitnya. Karena, vitamin, mineral, dan serat banyak terdapat pada lapisan bawah kulit.
  • Untuk menghindari rasa gatal pada lidah setelah menyantap nanas, cuci daging buah nanas dengan air garam. Dengan cara ini, senyawa pencetus rasa gatal pada nanas (crystal calsium oxalat) akan ditarik oleh senyawa NaCl dari garam.
  • Nikmati buah salak beserta kulit arinya. Hal ini dapat mencegah sembelit akibat terlalu banyak mengonsumsi salak.
© 2009 Femina

Tags: , ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar